Memaafkan tidak selalu berarti kesediaan untuk menerima kembali. Bukan karena hatinya tidak tulus memaafkan. Bukan karena tidak lapang dalam menerima takdir. Atau bukan karena masih ada sisa sisa duri di dalam hati. Bukan. Hanya tetapi, memang ada orang-orang yang cukup mengisi masa lalu kita, tanpa perlu hadir kembali di masa yang akan datang. Apalagi bila menyangkut soal kepercayaan yang disalahgunakan. Trust is like...
Hai, Kamu yang sudah lama menghilang dari benakku.Ucapkan selamat padaku yang telah dengan susah payah berhasil melenyapkanmu dari pikiran dan (sepertinya) hatiku.Ucapkan selamat padaku yang telah sukses tidak merasakan cekat di tenggorokan itu lagi saat kembali membaca tulisan-tulisanku tentang kamu.Namun, tepuk lembut pundakku untuk suatu hal yang tidak pernah kumau dan kuduga sebelumnya; kembali menemukanmu. Aku benci fakta bahwa aku tanpa sengaja menemukanmu...
Ku ingat perjalanan ini. Bersamamu. Canda, tawa, airmata, cinta, cemburu, dan bahagia Warnai cerita Putih Biru kita Kawan... Kisah ini terjaga Hingga saat waktu kan menutup usia kita nanti Kalau kita kan jauh adanya Namun kita pernah bersama Jangan tangisi perpisahan ini Ceritaku, ceritamu, cerita kita. Para pelajar Putih Biru Terurai indah di masanya Tiada terlupakan sepanjang masa Kisah kita abadi, Karena tak...